KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia)
Kode klasifikasi resmi yang dikeluarkan BPS untuk mengelompokkan aktivitas ekonomi Indonesia. Kode 5 digit KBLI wajib dicantumkan dalam Akta dan NIB untuk menentukan jenis izin usaha.
1Apa itu KBLI?
KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah sistem pengkodean standar yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengklasifikasikan semua jenis kegiatan ekonomi di Indonesia. Setiap jenis usaha memiliki kode unik 5 digit yang mencerminkan sektor dan sub-sektor usahanya. Kode KBLI ini menjadi acuan wajib dalam pembuatan Akta Pendirian, penerbitan NIB (Nomor Induk Berusaha), dan penentuan jenis perizinan yang dibutuhkan.
2Struktur Kode KBLI
Kode KBLI terdiri dari 5 digit dengan struktur hierarki. Digit pertama menunjukkan kategori besar (misalnya: 4 untuk Perdagangan), dua digit pertama menunjukkan golongan pokok, tiga digit pertama menunjukkan golongan, empat digit pertama menunjukkan sub-golongan, dan kelima digit menunjukkan kelompok detail. Contoh: Kode 47911 adalah 'Perdagangan Eceran Buku di Toko' dimana 4 = Perdagangan, 47 = Perdagangan Eceran, 479 = Perdagangan Eceran Bukan di Toko, 4791 = Perdagangan Eceran Melalui Pesanan, 47911 = spesifik untuk Buku.
3Fungsi KBLI dalam Perizinan Usaha
KBLI berfungsi sebagai penentu jenis izin dan persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha. Melalui kode KBLI, sistem OSS RBA akan otomatis mengidentifikasi tingkat risiko usaha (rendah, menengah, atau tinggi) dan menentukan izin apa saja yang dibutuhkan. Usaha dengan risiko rendah langsung mendapat NIB tanpa syarat tambahan, sementara risiko menengah-tinggi memerlukan sertifikat standar, izin lingkungan, atau izin khusus lainnya. Pemilihan KBLI yang salah dapat berakibat fatal karena bisa membuat usaha Anda ilegal atau kena denda.
4Cara Memilih KBLI yang Tepat
Pilihlah KBLI yang paling spesifik menggambarkan kegiatan usaha utama Anda. Gunakan portal resmi OSS atau website BPS untuk mencari kode yang sesuai. Jika usaha Anda multi-bidang, pilih satu KBLI utama dan tambahkan KBLI sekunder (maksimal 10-20 kode). Jangan asal pilih KBLI 'aman' yang tidak sesuai realita usaha karena ini bisa menjadi masalah saat audit pajak atau perizinan. Konsultasikan dengan konsultan legalitas jika ragu.
Contoh Nyata
"Andi ingin membuka cafe dengan konsep co-working space. Ia bingung memilih KBLI antara 'Restoran' atau 'Penyewaan Ruang Kantor'. Setelah konsultasi, dipilih KBLI 56101 (Restoran) sebagai usaha utama dan 68201 (Persewaan Gedung Non-Hunian) sebagai usaha sekunder. Dengan kombinasi ini, Andi bisa legal menjalankan kedua aktivitas dan mendapatkan izin yang tepat dari Dinas Kesehatan untuk cafe serta izin komersial untuk co-working."
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa banyak KBLI yang bisa dipilih untuk satu perusahaan?
Sebuah perusahaan bisa memiliki 1 KBLI utama dan hingga 10-20 KBLI pendukung tergantung kebutuhan. Namun disarankan fokus pada 3-5 KBLI yang benar-benar dijalankan agar tidak membingungkan saat audit.
Apakah KBLI bisa diubah setelah PT berdiri?
Ya, KBLI bisa ditambah atau diubah melalui Akta Perubahan Anggaran Dasar dan update data di OSS. Proses ini memerlukan persetujuan Kemenkumham untuk perubahan di Akta.
Apa bedanya KBLI 2020 dengan KBLI versi sebelumnya?
KBLI 2020 adalah versi terbaru yang lebih detail dan mencakup sektor ekonomi digital seperti e-commerce, fintech, dan startup teknologi. Sistem OSS saat ini menggunakan KBLI 2020 sebagai acuan.
Istilah Terkait
Butuh bantuan soal KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia)?
Konsultasikan kebutuhan legalitas Anda dengan ahli kami secara gratis.